Diberdayakan oleh Blogger.

OLAHAN TEMPE



TELUR DADAR TEMPE

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
4 butir telur
100 gram tempe, dikukus, ditumbuk halus
3 buah cabai rawit merah, diiris halus
1 tangkai daun seledri, diiris halus
1 batang daun bawang, diiris halus
3 siung bawang putih, dicincang halus
1/2 buah bawang bombay, dicincang halus
3/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh saus cabai
1 sendok makan margarin untuk menumis
Cara Pengolahan :
1. Panaskan margarin. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum. Angkat dan sisihkan.
2. Kocok lepas telur. Masukkan tumisan bawang putih, tempe, cabai rawit merah, daun seledri, daun bawang, garam, dan merica bubuk. Aduk rata.
3. Tambahkan saus cabai. Aduk rata.
4. Panaskan 1 sendok makan margarin. Masukkan campuran telur. Aduk-aduk sebentar. Tutup. Biarkan sampai matang.
Untuk 8 porsi
TEMPE PANGGANG

Resep BahanTempe Panggang :
tempe kedelai ukuran sedang 3 buah potong 5×6 cm
air 300 ml
Resep Bumbu Tempe Panggang :
bawang merah 8 butir, iris tipis
bawang putih 3 butir, iris tipis
lengkuas 2 cm, memarkan
air asam 1 sendok makan
gula merah serut 3 sendok makan
kecap manis 3 sendok makan
garam 1 sendok teh
Cara Membuat Tempe Panggang :
  1. Masak air bersama bumbu hingga mendidih.
  2. Masukkan tempe, masak hingga air habis sambil sesekali diaduk.
  3. Jepit tempe dengan bambu kecil.
  4. Panggang tempe sambil dioles dengan sisa bumbu hingga aroma bakaran masuk dalam tempe. Angkat. Sajikan.
Untuk 15 potong
TEMPE PENYET

Bahan Tempe Penyet
250 g tempe
500 ml minyak sayur untuk menggoreng
100 ml air panas
Bumbu Halus Tempe Penyet
1 sendok makan ketumbar
1/2 sendok teh garam
Bahan Sambal Tempe Penyet
10 buah cabai merah
10 buah cabai rawit
1 sendok teh terasi matang
1/2 sendok teh garam
2 lembar daun jeruk nipis
Cara Membuat Tempe Penyet
  1. Potong tempe setebal 1 1/2 cm, kerat pada kedua permukaannya.
  2. Campur air panas dengan bumbu halus. Maukkan tempe dan rendam selama 15 menit.
  3. Panaskan minyak, goreng tempe dengan api sedang hingga kering kecoklatan, sisihkan.
  4. Ulek semua bahan sambal, sisihkan.
  5. Letakkan tempe pada ulekan, tekan-tekan sampai agak pipih. Beri sambal di atasnya. Sajikan hangat                                                                           TEMPE BALADO
    Bahan :
    1 bungkus tempe
    1 Gelas minyak goreng
    5 siung bawang merah
    1 siung bawang putih
    1 ons cabe merah, ditumbuh kasar
    2 sdt garam
    1 buah tomat
    1 iris jeruk nipis

    Cara Membuat :
    Tempe dipotong-potong dengan ukuran 6x4x1 cm lalu digoreng.
    Semua bumbu dihaluskan lalu ditumis sampai harum, lalu diberi air jeruk nipis.
    Tambahkan tempe goreng, diaduk sampai rata.
    Siap dihidangkan.


    TEMPE GORENG CRISPY
    Bahan :
    • Tempe
    • Minyak goreng
    • 1/2 sendok teh ketumbar bubuk atau di haluskan
    • 1/2 batang kunyit,dihaluskan
    • 2 siung bawang putih dihaluskan
    • 1 sendok teh garam
    • Air putih secukupnya untuk pengencer bumbu.

     Bahan Pelapisan:
    • 500 ml adonan untuk pencelup
    • 100 gram tepung Tapioka.

     Cara Memasak
    • Iris tempe dengan ukuran tipis-tipis.
    • Buat bumbu dengan 1/2 sdt ketumbar bubuk, 1/2 batang kunyit, 2 siung bawang putih, 1 sdt teh garam dan air secukupnya.
    • Rendam tempe yang sudah iris tipis-tipis tadi dalam bumbu sampai meresap.
    • Celupkan tempe yang sudah direndam ke dalam adonan pelapis.
    • Goreng ke dalam minyak panas.
    • Bila matang, angkat dan tempe goreng crispy siap disantap.

 http://resep88.blogspot.com/2012/09/resep-tempe-penyet.html
 http://4.bp.blogspot.com/-DPjQ8s2U8uY/T2x_DC73svI/AAAAAAAAACg/tkAsc0eHwf8/s1600/tempe-bakar-kuning.jpg 
http://4.bp.blogspot.com/-DPjQ8s2U8uY/T2x_DC73svI/AAAAAAAAACg/tkAsc0eHwf8/s1600/tempe-bakar-kuning.jpg
http://makan2resep.blogspot.com/2011/09/tempe-balado.html
 http://peluang-usaha-terhangat.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-tempe-goreng-tepung-crispy.html



TELUR DADAR TEMPE

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
4 butir telur
100 gram tempe, dikukus, ditumbuk halus
3 buah cabai rawit merah, diiris halus
1 tangkai daun seledri, diiris halus
1 batang daun bawang, diiris halus
3 siung bawang putih, dicincang halus
1/2 buah bawang bombay, dicincang halus
3/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh saus cabai
1 sendok makan margarin untuk menumis
Cara Pengolahan :
1. Panaskan margarin. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum. Angkat dan sisihkan.
2. Kocok lepas telur. Masukkan tumisan bawang putih, tempe, cabai rawit merah, daun seledri, daun bawang, garam, dan merica bubuk. Aduk rata.
3. Tambahkan saus cabai. Aduk rata.
4. Panaskan 1 sendok makan margarin. Masukkan campuran telur. Aduk-aduk sebentar. Tutup. Biarkan sampai matang.
Untuk 8 porsi
TEMPE PANGGANG

Resep BahanTempe Panggang :
tempe kedelai ukuran sedang 3 buah potong 5×6 cm
air 300 ml
Resep Bumbu Tempe Panggang :
bawang merah 8 butir, iris tipis
bawang putih 3 butir, iris tipis
lengkuas 2 cm, memarkan
air asam 1 sendok makan
gula merah serut 3 sendok makan
kecap manis 3 sendok makan
garam 1 sendok teh
Cara Membuat Tempe Panggang :
  1. Masak air bersama bumbu hingga mendidih.
  2. Masukkan tempe, masak hingga air habis sambil sesekali diaduk.
  3. Jepit tempe dengan bambu kecil.
  4. Panggang tempe sambil dioles dengan sisa bumbu hingga aroma bakaran masuk dalam tempe. Angkat. Sajikan.
Untuk 15 potong
TEMPE PENYET

Bahan Tempe Penyet
250 g tempe
500 ml minyak sayur untuk menggoreng
100 ml air panas
Bumbu Halus Tempe Penyet
1 sendok makan ketumbar
1/2 sendok teh garam
Bahan Sambal Tempe Penyet
10 buah cabai merah
10 buah cabai rawit
1 sendok teh terasi matang
1/2 sendok teh garam
2 lembar daun jeruk nipis
Cara Membuat Tempe Penyet
  1. Potong tempe setebal 1 1/2 cm, kerat pada kedua permukaannya.
  2. Campur air panas dengan bumbu halus. Maukkan tempe dan rendam selama 15 menit.
  3. Panaskan minyak, goreng tempe dengan api sedang hingga kering kecoklatan, sisihkan.
  4. Ulek semua bahan sambal, sisihkan.
  5. Letakkan tempe pada ulekan, tekan-tekan sampai agak pipih. Beri sambal di atasnya. Sajikan hangat                                                                           TEMPE BALADO
    Bahan :
    1 bungkus tempe
    1 Gelas minyak goreng
    5 siung bawang merah
    1 siung bawang putih
    1 ons cabe merah, ditumbuh kasar
    2 sdt garam
    1 buah tomat
    1 iris jeruk nipis

    Cara Membuat :
    Tempe dipotong-potong dengan ukuran 6x4x1 cm lalu digoreng.
    Semua bumbu dihaluskan lalu ditumis sampai harum, lalu diberi air jeruk nipis.
    Tambahkan tempe goreng, diaduk sampai rata.
    Siap dihidangkan.


    TEMPE GORENG CRISPY
    Bahan :
    • Tempe
    • Minyak goreng
    • 1/2 sendok teh ketumbar bubuk atau di haluskan
    • 1/2 batang kunyit,dihaluskan
    • 2 siung bawang putih dihaluskan
    • 1 sendok teh garam
    • Air putih secukupnya untuk pengencer bumbu.

     Bahan Pelapisan:
    • 500 ml adonan untuk pencelup
    • 100 gram tepung Tapioka.

     Cara Memasak
    • Iris tempe dengan ukuran tipis-tipis.
    • Buat bumbu dengan 1/2 sdt ketumbar bubuk, 1/2 batang kunyit, 2 siung bawang putih, 1 sdt teh garam dan air secukupnya.
    • Rendam tempe yang sudah iris tipis-tipis tadi dalam bumbu sampai meresap.
    • Celupkan tempe yang sudah direndam ke dalam adonan pelapis.
    • Goreng ke dalam minyak panas.
    • Bila matang, angkat dan tempe goreng crispy siap disantap.

 http://resep88.blogspot.com/2012/09/resep-tempe-penyet.html
 http://4.bp.blogspot.com/-DPjQ8s2U8uY/T2x_DC73svI/AAAAAAAAACg/tkAsc0eHwf8/s1600/tempe-bakar-kuning.jpg 
http://4.bp.blogspot.com/-DPjQ8s2U8uY/T2x_DC73svI/AAAAAAAAACg/tkAsc0eHwf8/s1600/tempe-bakar-kuning.jpg
http://makan2resep.blogspot.com/2011/09/tempe-balado.html
 http://peluang-usaha-terhangat.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-tempe-goreng-tepung-crispy.html

Menghidupkan traktor


Menghidupkan traktor roda dua
Sebagian besar, traktor tangan menggunakan motor diesel sebagai tenaga penggerak dan dihidupkan dengan engkol. Pemakaian poros engkol dimaksudkan agar traktor tangan dapat lebih murah harganya, dan relatif lebih awet dibanding dengan sistem start yang lain. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah penting dalam menghidupkan dan mematikan traktor tangan, beserta tujuannya.
Menghidupkan traktor tangan atau dua roda :
  1. Tuas kopling utama diposisikan “OFF” atau “rem”, sehingga traktor tidak berjalan pada saat dihidupkan
  2. Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral.
  3. Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran
  4. Gas dibesarkan pada posisi “start”, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup banyak di ruang pembakaran.
  5. Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan di ruang pembakaran pada saat engkol
    diputar.
  6. Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali, agar oli pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya dilengkapi dengan indikator, untuk menunjukkan adanya aliran pelumas.
  7. Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor.
  8. Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap diputar sampai motor hidup.
  9. Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan bentuk pengait engkol yang miring.
  10. Geser posisi tuas gas pada posisi “idle” atau stasioner
  11. Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan dapat berjalan dengan baik
  12. Traktor siap untuk dioperasikan
Mematikan traktor tangan atau dua roda:
  1. Lepaskan beban motor
  2. Kecilkan gas pada posisi “idle” atau stasioner, sehingga putaran mesin akan pelan, selama 2-3 menit.
  3. Geser tuas gas pada posisi “stop”, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.
  4. Tutup kran bahan bakar.




Bebarapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menghidupkan traktor
  1. Traktor ditempatkan pada tempat yang datar, dengan ventilasi udara yang baik.
  2. Traktor sudah diperiksa dan dalam kondisi baik Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat dan setelah mematikan traktor.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat dan setelah mematikan traktor:
  • Gas tidak perlu dinaikturunkan sebelum dimatikan
  • Jangan tergesa-gesa dalam mematikan motor
  • Semua tuas dalam kondisi netral


Menghidupkan traktor roda dua
Sebagian besar, traktor tangan menggunakan motor diesel sebagai tenaga penggerak dan dihidupkan dengan engkol. Pemakaian poros engkol dimaksudkan agar traktor tangan dapat lebih murah harganya, dan relatif lebih awet dibanding dengan sistem start yang lain. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah penting dalam menghidupkan dan mematikan traktor tangan, beserta tujuannya.
Menghidupkan traktor tangan atau dua roda :
  1. Tuas kopling utama diposisikan “OFF” atau “rem”, sehingga traktor tidak berjalan pada saat dihidupkan
  2. Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral.
  3. Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran
  4. Gas dibesarkan pada posisi “start”, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup banyak di ruang pembakaran.
  5. Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan di ruang pembakaran pada saat engkol
    diputar.
  6. Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali, agar oli pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya dilengkapi dengan indikator, untuk menunjukkan adanya aliran pelumas.
  7. Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor.
  8. Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap diputar sampai motor hidup.
  9. Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan bentuk pengait engkol yang miring.
  10. Geser posisi tuas gas pada posisi “idle” atau stasioner
  11. Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan dapat berjalan dengan baik
  12. Traktor siap untuk dioperasikan
Mematikan traktor tangan atau dua roda:
  1. Lepaskan beban motor
  2. Kecilkan gas pada posisi “idle” atau stasioner, sehingga putaran mesin akan pelan, selama 2-3 menit.
  3. Geser tuas gas pada posisi “stop”, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.
  4. Tutup kran bahan bakar.




Bebarapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menghidupkan traktor
  1. Traktor ditempatkan pada tempat yang datar, dengan ventilasi udara yang baik.
  2. Traktor sudah diperiksa dan dalam kondisi baik Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat dan setelah mematikan traktor.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat dan setelah mematikan traktor:
  • Gas tidak perlu dinaikturunkan sebelum dimatikan
  • Jangan tergesa-gesa dalam mematikan motor
  • Semua tuas dalam kondisi netral

PENGOLAHAN GULA TEBU

Proses pembuatan gula pasir dari Tebu

Gula merupakan salah satu bahan makanan pokok di Indonesia. Rata – rata manusia di Indonesia mengkonsumsi gula sebanyak 12 – 15 kg per tahun. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, tentu kebutuhan akan gula akan semakin meningkat pula. Di Indonesia gula kristal yang konsumsi sehari – hari didominasi oleh gula tebu. Gula kristal ini dibuat dan diproses dari tanaman tebu. Bagi penduduk di daerah pedesaan Jawa tentu sudah sangat kenal dengan Tebu ini. Tanaman ini merupakan jenis tanaman semusim yang dipanen atau ditebang satu tahun sekali..
Pernah kah anda membayangkan bagaimana membuat gula dari Tebu ?? lain hal nya dengan beras atau jagung atau bahan pokok lain. Proses pembuatan gula dari tebu memerlukan beberapa tahapan dan proses kimia serta mekanis. Kalau beras yang kita makan hanya dilakukan proses penggilingan dari gabah menjadi beras beda dengan pembuatan gula dari tebu yang harus dilakukan dalam skala pabrik. Untuk mengetahui langkah pembuatan gula dari tebu dapat anda lihat di diagram di bawah :
Pada umumnya pemrosesan tebu di pabrik gula dibagi menjadi beberapa tahap yang dikenal dengan proses pemerahan (gilingan), pemurnian, penguapan, kristalisasi, pemisahan dan penyelesaian (sugar handling)..
GILINGAN
Langkah pertama dalam proses pembuatan gula adalah pemerahan tebu di gilingan. Pada proses ini tebu yang ditebang dari kebun dicacah menggunakan alat pencacah tebu. Biasanya terdiri dari cane cutter, hammer shredder atau kombinasi dari keduanya. Tebu diperah menghasilkan “nira” dan “ampas”. Nira inilah yang mengandung gula dan akan di proses lebih lanjut di pemurnian. Ampas yang dihasilkan pada proses pemerahan ini digunakan untuk berbagai macam keperluan. Kegunaan utama dari ampas adalah sebagai bahan bakar ketel (boiler) dan apabil berlebih bisa digunakan sebagai bahan partikel board, furfural, xylitol dan produk lain.
PEMURNIAN
Setelah tebu diperah dan diperoleh “nira mentah” (raw juice), lalu dimurnikan. Dalam nira mentah mengandung gula, terdiri dari sukrosa, gula invert (glukosa+fruktosa) ;  zat bukan gula, terdiri dari atom-atom (Ca,Fe,Mg,Al) yang terikat pada asam-asam, asam organik dan an organik, zat warna, lilin, asam-asam kieselgur yang mudah mengikat besi, aluminium, dan sebagainya. Pada proses pemurnian zat-zat bukan gula akan dipisahkan dengan zat yang mengandung gula.
Proses pemurnian ini dapat dilakukan secara fisis maupun kimiawi. Secara fisis dengan cara penyaringan sedangkan  secara kimia melalui pemanasan, pemberian bahan pengendap.
Pada proses pemurnian nira terdapat tiga buah jenis proses, yaitu :
  1. Defekasi
  2. Sulfitasi
  3. Karbonatasi
Pada saat ini sebagian besar pabrik gula di Indonesia menggunakan proses sulfitasi dalam memurnikan nira. Pada proses sulfitasi nira mentah terlebih dahulu dipanaskan melalui heat exchanger sehingga suhunya naik menjadi 700 C. Kemudian nira dialirkan kedalam defekator dicampur dengan susu kapur. Fungsi dari susu kapur ini adalah untuk membentuk inti endapan sehingga dapat mengadsorp bahan bukan gula yang terdapat dalam nira dan terbentuk endapan yang lebih besar. Pada proses defekasi ini dilakukan secara bertahap ( 3 kali ) sehingga diperoleh pH akhir sekitar 8.5 – 10. Reaksi antara kapur dan phospat yang terdapat dalam nira :
CaCO3           ?        CaO  +  CO2
CaO  +  H2O  ?        Ca(OH)2  +  15.9 Kcal
Ca(OH)2         ?        Ca2+  +  2 OH-
3Ca2+  +  2PO43-       ?        Ca3(PO4)2
Setelah itu nira akan dialirkan kedalam sulfitator, dan direaksikan dengan gas SO2. Reaksi antara nira dan gas SO2 akan membentuk endapan CaSO3, yang berfungsi untuk memperkuat endapan yang telah terjadi sehingga tidak mudah terpecah, pH akhir dari reaksi ini adalah 7.
Tahap akhir dari proses pemurnian nira dialirkan ke bejana pengendap (clarifier) sehingga diperoleh nira jernih dan bagian yang terendapkan adalah nira kotor. Nira jernih dialirkan ke proses selanjutnya (Penguapan), sedangkan nira kotor diolah dengan rotary vacuum filter menghasilkan nira tapis dan blotong.
PENGUAPAN
Hasil dari proses pemurnian adalah “nira jernih” (clear juice). Langkah selanjutnya dalam proses pengolahan gula adalah proses penguapan. Penguapan dilakukan dalam bejana evaporator. Tujuan dari penguapan nira jernih adalah untuk menaikkan konsentrasi dari nira mendekati konsentrasi jenuhnya.
Pada proses penguapan menggunakan multiple effect evaporator dengan kondisi vakum. Penggunaan multiple effect evaporator dengan pertimbangan untuk menghemat penggunaan uap. Sistem multiple effect evaporator terdiri dari 3 buah evaporator atau lebih yang dipasang secara seri. Di pabrik gula biasanya menggunakan 4(quadrupple) atau 5 (quintuple) buah evaporator.
Pada proses penguapan air yang terkandung dalam nira akan diuapkan. Uap baru digunakan pada evaporator badan I sedangkan untuk penguapan pada evaporator badan selanjutnya menggunakan uap yang dihasilkan evaporator badan I. Penguapan dilakukan pada kondisi vakum dengan pertimbangan untuk menurunkan titik didih dari nira. Karena nira pada suhu tertentu ( > 1250 C) akan mengalamai karamelisasi atau kerusakan. Dengan kondisi vakum maka titik didih nira akan terjadi pada suhu 700 C. Produk yang dihasilkan dalam proses penguapan adalah ”nira kental” .
KRISTALISASI
Proses kristalisasi adalah proses pembentukan kristal gula. Sebelum dilakukan kristaliasi dalam pan masak ( crystallizer ) nira kental terlebih dahulu direaksikan dengan gas SO2 sebagai bleaching dan untuk menurunkan viskositas masakan (nira). Dalam proses kristalisasi gula dikenal sistem masak ACD, ABCD, ataupun  ABC.
Tingkat masakan (kristalisasi) tergantung pada kemurnian nira kental. Apabila HK nira kental > 85 % maka dapat dilakukan empat tingkat masakan (ABCD). Dan apabila HK nira kental < 85 % dilakukan tiga tingkat masakan (ACD). Pada saat ini dengan kondisi bahan baku yang rendah pabrik gula menggunakan sistem masakan ACD, dengan masakan A sebagai produk utama.
Langkah pertama dari proses kristalisasi adalah menarik masakan (nira pekat) untuk diuapkan airnya sehingga mendekati kondisi jenuhnya. Dengan pemekatan secara terus menerus koefisien kejenuhannya akan meningkat. Pada keadaan lewat jenuh maka akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Setelah itu langkah membuat bibit, yaitu dengan memasukkan bibit gula kedalam pan masak kemudian melakukan proses pembesaran kristal. Pada proses  masak ini kondisi kristal harus dijaga jangan sampai larut kembali ataupun terbentuk tidak beraturan.
Setelah diperkirakan proses masak cukup, selanjutnya larutan dialirkan ke palung pendingin (receiver) untuk proses Na – Kristalisasi. Tujuan dari palung pendingin ialah : melanjutkan proses kristalisasi yang telah terbentuk dalam pan masak, dengan adanya pendinginan di palung pendingin dapat menyebabkan penurunan suhu masakan dan nilai kejenuhan naik sehingga dapat mendorong menempelnya sukrosa pada kristal yang telah terbentuk. Untuk lebih menyempurnakan dalam proses kristalisasi maka palung pendingin dilengkapi pengaduk agar dapat sirkulasi
PEMISAHAN (Centrifugal Process)
Setelah masakan didinginkan proses selanjutnya adalah pemisahan. Proses pemisahan kristal gula dari larutannya menggunakan alat centrifuge atau puteran. Pada alat puteran ini terdapat saringan, sistem kerjanya yaitu dengan menggunakan gaya sentrifugal sehingga masakan diputar dan strop atau larutan akan tersaring dan kristal gula tertinggal dalam puteran. Pada proses ini dihasilkan gula kristal dan tetes. Gula kristal didinginkan dan dikeringakan untuk menurunkan kadar airnya. Tetes di transfer ke Tangki tetes untuk di jual.
PROSES PACKING
Gula Produk dikeringkan di talang goyang dan juga diberikan hembusan uap kering. Produk gula setelah mengalami proses pengeringan dalam talang goyang, ditampung terlebih dahulu ke dalam sugar bin, selanjutnya dilakukan pengemasan atau pengepakan. Berat gula dalam pengemasan untuk masing-masing pabrik gula tidak sama, ada yang per sak plastiknya 25 kg atau 50 kg. Setelah itu gula yang berada di sak plastik tidak boleh langsung dijahit, harus dibuka dulu supaya temperatur gula dalam sak plastik mengalami penurunan suhu/temperatur. Suhu gula dalam karung tidak boleh lebih dari 30 oC/suhu kamar, setelah gula dalam plastik dinyatakan dingin maka boleh dijahit. Jika gula dalam sak plastik dalam keadaan panas dijahit maka berakibat penurunan kualitas gula.
http://r3870me.wordpress.com/2012/12/22/proses-pembuatan-gula-pasir-dari-tebu/

Proses pembuatan gula pasir dari Tebu

Gula merupakan salah satu bahan makanan pokok di Indonesia. Rata – rata manusia di Indonesia mengkonsumsi gula sebanyak 12 – 15 kg per tahun. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, tentu kebutuhan akan gula akan semakin meningkat pula. Di Indonesia gula kristal yang konsumsi sehari – hari didominasi oleh gula tebu. Gula kristal ini dibuat dan diproses dari tanaman tebu. Bagi penduduk di daerah pedesaan Jawa tentu sudah sangat kenal dengan Tebu ini. Tanaman ini merupakan jenis tanaman semusim yang dipanen atau ditebang satu tahun sekali..
Pernah kah anda membayangkan bagaimana membuat gula dari Tebu ?? lain hal nya dengan beras atau jagung atau bahan pokok lain. Proses pembuatan gula dari tebu memerlukan beberapa tahapan dan proses kimia serta mekanis. Kalau beras yang kita makan hanya dilakukan proses penggilingan dari gabah menjadi beras beda dengan pembuatan gula dari tebu yang harus dilakukan dalam skala pabrik. Untuk mengetahui langkah pembuatan gula dari tebu dapat anda lihat di diagram di bawah :
Pada umumnya pemrosesan tebu di pabrik gula dibagi menjadi beberapa tahap yang dikenal dengan proses pemerahan (gilingan), pemurnian, penguapan, kristalisasi, pemisahan dan penyelesaian (sugar handling)..
GILINGAN
Langkah pertama dalam proses pembuatan gula adalah pemerahan tebu di gilingan. Pada proses ini tebu yang ditebang dari kebun dicacah menggunakan alat pencacah tebu. Biasanya terdiri dari cane cutter, hammer shredder atau kombinasi dari keduanya. Tebu diperah menghasilkan “nira” dan “ampas”. Nira inilah yang mengandung gula dan akan di proses lebih lanjut di pemurnian. Ampas yang dihasilkan pada proses pemerahan ini digunakan untuk berbagai macam keperluan. Kegunaan utama dari ampas adalah sebagai bahan bakar ketel (boiler) dan apabil berlebih bisa digunakan sebagai bahan partikel board, furfural, xylitol dan produk lain.
PEMURNIAN
Setelah tebu diperah dan diperoleh “nira mentah” (raw juice), lalu dimurnikan. Dalam nira mentah mengandung gula, terdiri dari sukrosa, gula invert (glukosa+fruktosa) ;  zat bukan gula, terdiri dari atom-atom (Ca,Fe,Mg,Al) yang terikat pada asam-asam, asam organik dan an organik, zat warna, lilin, asam-asam kieselgur yang mudah mengikat besi, aluminium, dan sebagainya. Pada proses pemurnian zat-zat bukan gula akan dipisahkan dengan zat yang mengandung gula.
Proses pemurnian ini dapat dilakukan secara fisis maupun kimiawi. Secara fisis dengan cara penyaringan sedangkan  secara kimia melalui pemanasan, pemberian bahan pengendap.
Pada proses pemurnian nira terdapat tiga buah jenis proses, yaitu :
  1. Defekasi
  2. Sulfitasi
  3. Karbonatasi
Pada saat ini sebagian besar pabrik gula di Indonesia menggunakan proses sulfitasi dalam memurnikan nira. Pada proses sulfitasi nira mentah terlebih dahulu dipanaskan melalui heat exchanger sehingga suhunya naik menjadi 700 C. Kemudian nira dialirkan kedalam defekator dicampur dengan susu kapur. Fungsi dari susu kapur ini adalah untuk membentuk inti endapan sehingga dapat mengadsorp bahan bukan gula yang terdapat dalam nira dan terbentuk endapan yang lebih besar. Pada proses defekasi ini dilakukan secara bertahap ( 3 kali ) sehingga diperoleh pH akhir sekitar 8.5 – 10. Reaksi antara kapur dan phospat yang terdapat dalam nira :
CaCO3           ?        CaO  +  CO2
CaO  +  H2O  ?        Ca(OH)2  +  15.9 Kcal
Ca(OH)2         ?        Ca2+  +  2 OH-
3Ca2+  +  2PO43-       ?        Ca3(PO4)2
Setelah itu nira akan dialirkan kedalam sulfitator, dan direaksikan dengan gas SO2. Reaksi antara nira dan gas SO2 akan membentuk endapan CaSO3, yang berfungsi untuk memperkuat endapan yang telah terjadi sehingga tidak mudah terpecah, pH akhir dari reaksi ini adalah 7.
Tahap akhir dari proses pemurnian nira dialirkan ke bejana pengendap (clarifier) sehingga diperoleh nira jernih dan bagian yang terendapkan adalah nira kotor. Nira jernih dialirkan ke proses selanjutnya (Penguapan), sedangkan nira kotor diolah dengan rotary vacuum filter menghasilkan nira tapis dan blotong.
PENGUAPAN
Hasil dari proses pemurnian adalah “nira jernih” (clear juice). Langkah selanjutnya dalam proses pengolahan gula adalah proses penguapan. Penguapan dilakukan dalam bejana evaporator. Tujuan dari penguapan nira jernih adalah untuk menaikkan konsentrasi dari nira mendekati konsentrasi jenuhnya.
Pada proses penguapan menggunakan multiple effect evaporator dengan kondisi vakum. Penggunaan multiple effect evaporator dengan pertimbangan untuk menghemat penggunaan uap. Sistem multiple effect evaporator terdiri dari 3 buah evaporator atau lebih yang dipasang secara seri. Di pabrik gula biasanya menggunakan 4(quadrupple) atau 5 (quintuple) buah evaporator.
Pada proses penguapan air yang terkandung dalam nira akan diuapkan. Uap baru digunakan pada evaporator badan I sedangkan untuk penguapan pada evaporator badan selanjutnya menggunakan uap yang dihasilkan evaporator badan I. Penguapan dilakukan pada kondisi vakum dengan pertimbangan untuk menurunkan titik didih dari nira. Karena nira pada suhu tertentu ( > 1250 C) akan mengalamai karamelisasi atau kerusakan. Dengan kondisi vakum maka titik didih nira akan terjadi pada suhu 700 C. Produk yang dihasilkan dalam proses penguapan adalah ”nira kental” .
KRISTALISASI
Proses kristalisasi adalah proses pembentukan kristal gula. Sebelum dilakukan kristaliasi dalam pan masak ( crystallizer ) nira kental terlebih dahulu direaksikan dengan gas SO2 sebagai bleaching dan untuk menurunkan viskositas masakan (nira). Dalam proses kristalisasi gula dikenal sistem masak ACD, ABCD, ataupun  ABC.
Tingkat masakan (kristalisasi) tergantung pada kemurnian nira kental. Apabila HK nira kental > 85 % maka dapat dilakukan empat tingkat masakan (ABCD). Dan apabila HK nira kental < 85 % dilakukan tiga tingkat masakan (ACD). Pada saat ini dengan kondisi bahan baku yang rendah pabrik gula menggunakan sistem masakan ACD, dengan masakan A sebagai produk utama.
Langkah pertama dari proses kristalisasi adalah menarik masakan (nira pekat) untuk diuapkan airnya sehingga mendekati kondisi jenuhnya. Dengan pemekatan secara terus menerus koefisien kejenuhannya akan meningkat. Pada keadaan lewat jenuh maka akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Setelah itu langkah membuat bibit, yaitu dengan memasukkan bibit gula kedalam pan masak kemudian melakukan proses pembesaran kristal. Pada proses  masak ini kondisi kristal harus dijaga jangan sampai larut kembali ataupun terbentuk tidak beraturan.
Setelah diperkirakan proses masak cukup, selanjutnya larutan dialirkan ke palung pendingin (receiver) untuk proses Na – Kristalisasi. Tujuan dari palung pendingin ialah : melanjutkan proses kristalisasi yang telah terbentuk dalam pan masak, dengan adanya pendinginan di palung pendingin dapat menyebabkan penurunan suhu masakan dan nilai kejenuhan naik sehingga dapat mendorong menempelnya sukrosa pada kristal yang telah terbentuk. Untuk lebih menyempurnakan dalam proses kristalisasi maka palung pendingin dilengkapi pengaduk agar dapat sirkulasi
PEMISAHAN (Centrifugal Process)
Setelah masakan didinginkan proses selanjutnya adalah pemisahan. Proses pemisahan kristal gula dari larutannya menggunakan alat centrifuge atau puteran. Pada alat puteran ini terdapat saringan, sistem kerjanya yaitu dengan menggunakan gaya sentrifugal sehingga masakan diputar dan strop atau larutan akan tersaring dan kristal gula tertinggal dalam puteran. Pada proses ini dihasilkan gula kristal dan tetes. Gula kristal didinginkan dan dikeringakan untuk menurunkan kadar airnya. Tetes di transfer ke Tangki tetes untuk di jual.
PROSES PACKING
Gula Produk dikeringkan di talang goyang dan juga diberikan hembusan uap kering. Produk gula setelah mengalami proses pengeringan dalam talang goyang, ditampung terlebih dahulu ke dalam sugar bin, selanjutnya dilakukan pengemasan atau pengepakan. Berat gula dalam pengemasan untuk masing-masing pabrik gula tidak sama, ada yang per sak plastiknya 25 kg atau 50 kg. Setelah itu gula yang berada di sak plastik tidak boleh langsung dijahit, harus dibuka dulu supaya temperatur gula dalam sak plastik mengalami penurunan suhu/temperatur. Suhu gula dalam karung tidak boleh lebih dari 30 oC/suhu kamar, setelah gula dalam plastik dinyatakan dingin maka boleh dijahit. Jika gula dalam sak plastik dalam keadaan panas dijahit maka berakibat penurunan kualitas gula.
http://r3870me.wordpress.com/2012/12/22/proses-pembuatan-gula-pasir-dari-tebu/
 
2012 Hikmah Budi Lestari | Blogger Templates | Powered by Blogger.com Supported By My Free Template
Template by: Tukang Toko Online